Mari bergabung dengan kami dalam layanan pembuatan website gratis berlaku untuk Coorporate dan UKM, syarat ketentuan berlaku, Hubungi 089517619574

Osborne Computer, Pionir yang Tumbang Duluan

Awal 1980-an merupakan masa keemasan bagi Osborne Computer Corporation (OCC). Bagaimana tidak, perusahaan komputer milik Adam Osborne tersebut menelurkan inovasi berupa komputer portabel yang menjadi cikal bakal laptop.

Pada April 1981, OCC merilis komputer portabel pertama dengan nama Osborne 1. Komputer ini memiliki berat sekitar 10 kilogram dan dibekali layar monokrom berukuran 5 inci.

Urusan spesifikasi, Osborne 1 menggunakan prosesor Zilog Z80 yang memiliki clock rate 4.0 MHz dipadu dengan RAM sebesar 64 KB. CP/M dipercaya sebagai sistem operasinya.

Osborne 1 saat itu dibanderol 1.795 US Dollar, atau setara hampir 5.000 US jika di masa sekarang.

Meskipun berharga sangat mahal, komputer yang dapat dijinjing dengan mudah ini laku keras. Hanya dalam waktu 8 bulan, Osborne 1 terjual sebanyak 11.000 unit. Di bulan September 1981, OCC berhasil memperoleh 1 juta dolar dari hasil penjualan Osborne 1.

Iklan Osborne 1 di media lokal (DailyMail)

Kesuksesan OCC memasarkan Osborne 1 membuat para pesaing seperti IBM, Apple, Compaq, dan sebagainya berlomba-lomba menciptakan produk serupa. Beberapa bahkan menawarkan komputer portabel yang lebih canggih dengan harga yang tidak jauh berbeda.

Tak ingin ketinggalan, OCC kemudian berupaya untuk membuat komputer baru hasil pengembangan dari Osborne 1 yang diberi nama Osborne Executive.

Sayangnya, Adam Osborne melakukan satu kesalahan fatal. Di awal 1983, Adam membocorkan Osborne Executive ke media jauh sebelum produk tersebut siap diluncurkan. Akibatnya, banyak konsumen yang awalnya tertarik membeli Osborne 1 membatalkan pesanannya demi menunggu peluncuran Osborne Executive. Fenomena ini kemudian dikenal dengan sebutan Osborne Effect.

Penjualan Osborne 1 langsung turun drastis. Stok yang tidak terjual menumpuk di gudang dan OCC akhirnya mengalami banyak kerugian yang berujung pada kebangkrutan.

OCC sempat mencoba untuk bangkit dengan merilis produk baru yang disebut Osborne Vixen. Namun hasil penjualan produk tersebut tetap tidak mampu menyelamatkan OCC dari kebangkrutan.

Namun beberapa pihak menilai, Osborne Effect bukanlah penyebab utama pailitnya OCC, melainkan pengelolaan cash flow yang buruk oleh manajemen.

Please follow and like us: