Mari bergabung dengan kami dalam layanan pembuatan website gratis berlaku untuk Coorporate dan UKM, syarat ketentuan berlaku, Hubungi 089517619574

Social Media, Tempat Bertemunya Orang yang Pro dan Kontra

Hadirnya teknologi internet ditengah-tengah kita saat ini memang menjadi jalan bertemunya dua entitas atau lebih secara daring (online), seperti Marketplace yang mempertemukan antara penjual dan pembeli, Aplikasi Gojek yang mempertemukan driver dengan penumpangnya, mempertemukan orang yang akan dipijat dan yang memijatnya. Dampaknya begitu luar biasa, rasanya saat ini bisnis tanpa bantuan digital terasa berat menjalaninya, tentu ada kecualinya di beberapa lini.

Sosial mediapun sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk bisnis, untuk bersilaturahim dan berbagai kegiatan positif lainnya. Sayangnya, Facebook, Twitter dan Instagram juga membuka tempat baru untuk orang berdebat, berdiskusi tiada ujung, dengan kata lain tempat bertemunya orang yang pro dan kontra, sepertinya hal itu lumrah, seperti orang dulu ngobrol di warung kopi, orang berdiskusi di masjid, orang bercanda di pos ronda, semua ada pro dan kontranya ketika menyampaikan pendapat, bedanya saat bertemu langsung seperti orang dulu, mereka lebih berani dan tidak pengecut serta mengemukakan jatidirinya.

Di Sosial media, semuanya berubah, untuk berdiskusi orang tidak segan-segan menggunakan akun palsu, identitas palsu dan jati diri palsu. Ada yang bertindak bak profesor yang tau segalanya, aslinya sekolahpun terseok-seok, ada yang berani bicara lantang seperti pengacara, aslinya seorang pendiam yang hanya duduk manis depan komputer, banyak sekali jenisnya.

Jadi, saat anda menulis status, diluar sana sudah ada orang yang siap mendukung anda dan ada pula yang siap mendebat anda, mungkin bahkan menyerang, dan itu harus disadari oleh setiap pengguna sosial media. Anda mendukung Messi, diluar sana banyak pendukung Ronaldo, begitu pula sebaliknya. Ada yang mengkritik Argentina, ada yang membelanya. Yang satu memuji pasangan nomor urut tertentu di pilkada, yang lain siap menghinakannya, begitu pula sebaliknya.

Inilah jaman dimana orang jahat akan terlihat alim dengan “branding”-nya di social media, inilah saat dimana orang baik sering sakit hati atas komentar-komentar menyakitkan yang tidak suka kepadanya, inilah waktu dimana begitu susah cari yang asli dan bertebaran yang palsu, inilah masa dimana orang lebih suka lempar batu sembunyi tangan.

Kita tidak bisa membayangkan kedepannya seperti apa, tugas kita adalah menjaga diri kita sendiri, menjaga anak kita, menjaga keluarga terdekat kita akan bisa terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Ajarkan kepada mereka untuk bijak bersosial media, pahamkan mereka bahwa apapun yang kau tuliskan akan ada yang suka dan tidak suka. Pekerjaan rumah kita begitu banyak saat ini, orang tua sekarang lebih berat menjalani hari, menjaga anak-anaknya, karena teknologi sudah mengintai dari mereka bangun tidur hingga tidur lagi tanpa mengenal tempat. Jangan lupa jadikan Allah sebagai penolong, semoga Allah meridhoi setiap langkah kebaikan yang kita lakukan, walaupun hanya sedikit.

Please follow and like us: